
Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Kesenian Cepetan Alas tergolong dalam kesenian sendratari, yaitu cerita yang disajikan dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog yang biasanya diiringi dengan musik (kentungan, bedug, gamelan, dan lain-lain). Dahulu, pada Kesenian Cepetan Alas terdapat Upacara Milujengi (upacara sedekah makanan dan do’a bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman) yang diadakan setiap bulan Sura (1 Muharram).
Ebleg (Singa Mataram)

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.
Kebumen kaya akan keindahan panorama alamnya, karena segalanya dapat ditemukan di Kebumen baik wisata alam maupun buatan. Di wisata alam, Kebumen mempunyai bentang alam karst, pantai, gua, bukit, gunung, waduk, telaga, pemandian, cagar alam, dan lain-lain. Sedangkan untuk wisata buatannya, ada bangunan peninggalan sejarah, wisata religi, dan edukasi yang menyatu dengan kultur dan sosial budaya masyarakat Kebumen.
Kesenian Cepetan

Kesenian Cepetan Alas tergolong dalam kesenian sendratari, yaitu cerita yang disajikan dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog yang biasanya diiringi dengan musik (kentungan, bedug, gamelan, dan lain-lain). Dahulu, pada Kesenian Cepetan Alas terdapat Upacara Milujengi (upacara sedekah makanan dan do’a bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman) yang diadakan setiap bulan Sura (1 Muharram).
Ebleg (Singa Mataram)

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.
Kebumen kaya akan keindahan panorama alamnya, karena segalanya dapat ditemukan di Kebumen baik wisata alam maupun buatan. Di wisata alam, Kebumen mempunyai bentang alam karst, pantai, gua, bukit, gunung, waduk, telaga, pemandian, cagar alam, dan lain-lain. Sedangkan untuk wisata buatannya, ada bangunan peninggalan sejarah, wisata religi, dan edukasi yang menyatu dengan kultur dan sosial budaya masyarakat Kebumen.
Kesenian Cepetan

Kesenian Cepetan Alas tergolong dalam kesenian sendratari, yaitu cerita yang disajikan dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog yang biasanya diiringi dengan musik (kentungan, bedug, gamelan, dan lain-lain). Dahulu, pada Kesenian Cepetan Alas terdapat Upacara Milujengi (upacara sedekah makanan dan do’a bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman) yang diadakan setiap bulan Sura (1 Muharram).
Ebleg (Singa Mataram)

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.
Kebumen kaya akan keindahan panorama alamnya, karena segalanya dapat ditemukan di Kebumen baik wisata alam maupun buatan. Di wisata alam, Kebumen mempunyai bentang alam karst, pantai, gua, bukit, gunung, waduk, telaga, pemandian, cagar alam, dan lain-lain. Sedangkan untuk wisata buatannya, ada bangunan peninggalan sejarah, wisata religi, dan edukasi yang menyatu dengan kultur dan sosial budaya masyarakat Kebumen.
Kesenian Cepetan

Kesenian Cepetan Alas tergolong dalam kesenian sendratari, yaitu cerita yang disajikan dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog yang biasanya diiringi dengan musik (kentungan, bedug, gamelan, dan lain-lain). Dahulu, pada Kesenian Cepetan Alas terdapat Upacara Milujengi (upacara sedekah makanan dan do’a bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman) yang diadakan setiap bulan Sura (1 Muharram).
Ebleg (Singa Mataram)

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Kesenian Cepetan Alas tergolong dalam kesenian sendratari, yaitu cerita yang disajikan dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog yang biasanya diiringi dengan musik (kentungan, bedug, gamelan, dan lain-lain). Dahulu, pada Kesenian Cepetan Alas terdapat Upacara Milujengi (upacara sedekah makanan dan do’a bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman) yang diadakan setiap bulan Sura (1 Muharram).
Ebleg (Singa Mataram)

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.
Kebumen kaya akan keindahan panorama alamnya, karena segalanya dapat ditemukan di Kebumen baik wisata alam maupun buatan. Di wisata alam, Kebumen mempunyai bentang alam karst, pantai, gua, bukit, gunung, waduk, telaga, pemandian, cagar alam, dan lain-lain. Sedangkan untuk wisata buatannya, ada bangunan peninggalan sejarah, wisata religi, dan edukasi yang menyatu dengan kultur dan sosial budaya masyarakat Kebumen.
Kesenian Cepetan

Kesenian Cepetan Alas tergolong dalam kesenian sendratari, yaitu cerita yang disajikan dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog yang biasanya diiringi dengan musik (kentungan, bedug, gamelan, dan lain-lain). Dahulu, pada Kesenian Cepetan Alas terdapat Upacara Milujengi (upacara sedekah makanan dan do’a bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman) yang diadakan setiap bulan Sura (1 Muharram).
Ebleg (Singa Mataram)

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Kesenian Cepetan Alas tergolong dalam kesenian sendratari, yaitu cerita yang disajikan dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog yang biasanya diiringi dengan musik (kentungan, bedug, gamelan, dan lain-lain). Dahulu, pada Kesenian Cepetan Alas terdapat Upacara Milujengi (upacara sedekah makanan dan do’a bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman) yang diadakan setiap bulan Sura (1 Muharram).
Ebleg (Singa Mataram)

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.
Kebumen kaya akan keindahan panorama alamnya, karena segalanya dapat ditemukan di Kebumen baik wisata alam maupun buatan. Di wisata alam, Kebumen mempunyai bentang alam karst, pantai, gua, bukit, gunung, waduk, telaga, pemandian, cagar alam, dan lain-lain. Sedangkan untuk wisata buatannya, ada bangunan peninggalan sejarah, wisata religi, dan edukasi yang menyatu dengan kultur dan sosial budaya masyarakat Kebumen.
Kesenian Cepetan

Kesenian Cepetan Alas tergolong dalam kesenian sendratari, yaitu cerita yang disajikan dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog yang biasanya diiringi dengan musik (kentungan, bedug, gamelan, dan lain-lain). Dahulu, pada Kesenian Cepetan Alas terdapat Upacara Milujengi (upacara sedekah makanan dan do’a bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman) yang diadakan setiap bulan Sura (1 Muharram).
Ebleg (Singa Mataram)

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Kesenian Cepetan Alas tergolong dalam kesenian sendratari, yaitu cerita yang disajikan dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog yang biasanya diiringi dengan musik (kentungan, bedug, gamelan, dan lain-lain). Dahulu, pada Kesenian Cepetan Alas terdapat Upacara Milujengi (upacara sedekah makanan dan do’a bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman) yang diadakan setiap bulan Sura (1 Muharram).
Ebleg (Singa Mataram)

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.
Kebumen kaya akan keindahan panorama alamnya, karena segalanya dapat ditemukan di Kebumen baik wisata alam maupun buatan. Di wisata alam, Kebumen mempunyai bentang alam karst, pantai, gua, bukit, gunung, waduk, telaga, pemandian, cagar alam, dan lain-lain. Sedangkan untuk wisata buatannya, ada bangunan peninggalan sejarah, wisata religi, dan edukasi yang menyatu dengan kultur dan sosial budaya masyarakat Kebumen.
Kesenian Cepetan

Kesenian Cepetan Alas tergolong dalam kesenian sendratari, yaitu cerita yang disajikan dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog yang biasanya diiringi dengan musik (kentungan, bedug, gamelan, dan lain-lain). Dahulu, pada Kesenian Cepetan Alas terdapat Upacara Milujengi (upacara sedekah makanan dan do’a bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman) yang diadakan setiap bulan Sura (1 Muharram).
Ebleg (Singa Mataram)

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.

Kesenian Cepetan Alas tergolong dalam kesenian sendratari, yaitu cerita yang disajikan dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog yang biasanya diiringi dengan musik (kentungan, bedug, gamelan, dan lain-lain). Dahulu, pada Kesenian Cepetan Alas terdapat Upacara Milujengi (upacara sedekah makanan dan do’a bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman) yang diadakan setiap bulan Sura (1 Muharram).
Ebleg (Singa Mataram)

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.
Kebumen kaya akan keindahan panorama alamnya, karena segalanya dapat ditemukan di Kebumen baik wisata alam maupun buatan. Di wisata alam, Kebumen mempunyai bentang alam karst, pantai, gua, bukit, gunung, waduk, telaga, pemandian, cagar alam, dan lain-lain. Sedangkan untuk wisata buatannya, ada bangunan peninggalan sejarah, wisata religi, dan edukasi yang menyatu dengan kultur dan sosial budaya masyarakat Kebumen.
Kesenian Cepetan

Kesenian Cepetan Alas tergolong dalam kesenian sendratari, yaitu cerita yang disajikan dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog yang biasanya diiringi dengan musik (kentungan, bedug, gamelan, dan lain-lain). Dahulu, pada Kesenian Cepetan Alas terdapat Upacara Milujengi (upacara sedekah makanan dan do’a bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman) yang diadakan setiap bulan Sura (1 Muharram).
Ebleg (Singa Mataram)

Jauh sebelum kesenian kuda lumping ada, nenek moyang kita sudah mengenal Ebleg. Ebleg adalah kesenian tradisional asli dari Kabupaten Panjer (nama Kabupaten Kebumen di masa lampau yang menjadi lumbung pangan Mataram saat memerangi Belanda) yang telah ada sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pacuan Kuda

Lomba pacuan kuda rutin digelar di Desa Ambalresmi selepas perayaan Idul Fitri, (biasanya tujuh hari selepas perayaan). Lomba ini merupakan bentuk kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) yang dilatarbelakangi oleh masyarakat Ambal yang gemar beternak kuda. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga warga dari beberapa tempat di Jawa, bahkan dari luar Jawa.
Sabut Kelapa

Pemanfaatan limbah sabut kelapa di Desa Rantewringin, Buluspesantren, ini terus berkembang. Dengan munculnya ide kreatif memanfaatkan sabut kelapa dapat menambah tingkat ekonomi dan juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Permintaan pasar terhadap produk kerajinan pun terus meningkat. Kendati sektor industri itu masih sederhana, namun kapasitas produksinya cukup tinggi dengan jangkauan pasar mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan luar negeri (Taiwan dan Jepang).
Gerabah

Desa Gebangsari merupakan sentra pengrajin gerabah di Kebumen sejak dahulu kala. Di dalam proses pembuatan gerabah, para lelaki bekerja mencari tanah liat dan mengurus pada saat pembakaran gerabah, sedangkan para perempuan lebih berperan dalam urusan cetak-mencetak. Para pengrajin Gebangsari masih menggunakan prinsip kesederhanaan dalam mengolah gerabah.
